Rabu, 26 Mei 2010

Jerawat di Kepala, Apa Pemicunya?

Tak seperti jerawat di muka, jerawat yang tumbuh di kepala memang tidak terlalu bikin malu. Masalahnya, jerawat di kepala tidak kalah mengganggu karena saat rambut disisir perlahan pun akan menimbulkan rasa sakit.

Penggunaan minyak rambut dan jarang keramas sering memicu tumbuhnya jerawat ini. Kaum perempuan boleh sedikit lega karena jerawat di kepala ternyata lebih banyak diderita pria.

"Karena pria biasa menggunakan minyak rambut atau sering disebut pomade," ujar dokter spesialis kulit, Dr Ratna Komala Dewi SpKK Mkes. Perempuan tidak menggunakan minyak rambut dan umumnya lebih rajin merawat rambut sehingga jarang yang terkena jerawat kepala.

Jerawat di kepala dapat muncul karena minyak rambut mengandung zat kimia yang dapat merangsang kulit kepala menghasilkan lebih banyak minyak. Faktor lain, kelenjar sebasea atau kelenjar minyak pada kulit kepala pria lebih banyak daripada wanita sehingga jerawat lebih cepat tumbuh.

Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat berlebihnya produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Untung saja kasus ini sangat kecil persentase penderitanya karena kepala dilindungi rambut sehingga bakteri atau penyebab jerawat tidak mudah masuk.

"Lebih banyak kasus jerawat di muka karena muka kita tidak terlindungi oleh rambut seperti kepala," ujar dokter di Rumah Sakit Haji Pondok Gede ini.

Di wajah, jerawat bisa muncul karena adanya peradangan di kulit. Bila kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan, akan terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan meransang pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Bila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri.

Kepala botak
"Jerawat yang tumbuh di kepala berbeda tahapnya dengan yang di muka. Acne head langsung ke papule postul dan kemudian menjadi nodul atau jerawat," katanya. Papule postul adalah benjolan yang diameternya kurang dari 0,5 sentimeter dan belum ada isinya.

Sebaliknya, nodul adalah benjolan berdiameter 0,5-1 cm dan sudah ada isinya. Nodul inilah yang dikenal sebagai jerawat. Jerawat di kepala, tambah Dr Ratna, bisa juga membentuk koloni karena folikel rambut tumbuh sendiri dari jarak yang berjauhan. Biasanya jerawat berkoloni ini dialami orang berkepala botak.

Gejala hadirnya jerawat ini sama seperti gejala ketombe atau dermatitis. Rasa gatal jadi tanda awalnya. Lalu timbul juga rasa nyeri sehingga terkadang membuat kepala menjadi pusing dan sakit jika tersentuh.

Rambut rontok
Harus diwaspadai bila acne head membesar karana dapat mengakibatkan peradangan dan melebar. Jika sudah melebar, akan cepat terjadi infeksi. Infeksi ini bisa membahayakan karena membuat kulit kepala tidak sehat dan berbau. "Juga dapat merontokkan rambut sampai terjadi kebotakan," ungkapnya.

Jerawat di kepala terutama disebabkan produksi kelenjar minyak yang berlebihan, bukan karena zat kimia misalnya yang terkandung dalam sampo. Karena itu, Dr Ratna menyarankan agar setiap individu memahami betul jenis kulit kepalanya. Kaum pria dianjurkan tidak menggunakan minyak rambut dalam jumlah berlebih karena akan memacu produksi kelenjar minyak yang berlebih.

Untuk mengobati jerawat kepala, dokter biasanya memberikan obat minum seperti antibiotik dan obat oles. Obat minumnya bertujuan menghilangkan rasa nyeri, sedangkan obet oles untuk memperkecil jerawat.

"Selama ini pengobatan ini selalu berhasil. Kecuali jika jerawat sudah infeksi, dibutuhkan penanganan khusus seperti memberikan isotretinoin untuk mengeringkan infeksi dari dalam," ujarnya.

Jumat, 30 April 2010

Mengatasi Perasaan Jenuh

Siapa yang tidak pernah merasakan Jenuh. Perasaan ini bisa menimpa siapa saja. Jenuh bisa timbul karena terlalu monotonnya aktivitas kita sehari-hari. jenuh juga karena ada hal-hal lain yang membuat kita bad mood, tak bersemangat dan semua aktivitas yang kita jalani terasa berat. Sebenarnya titik awal menikmati hidup ada saat kita berhasil menganggap penting diri kita atas setiap hal yang kita lakukan.

Menurut Sarah Maria, penulis Start Living Happily and Confidently, ketika kita menganggap diri kita penting maka akan mudah bagi kita untuk merasakan keutuhan diri.

Untuk itulah di saat kita dalam suasana yang jenuh, badmood atau tak bersemangat perlu bagi kita untuk mencari energi positif agar kita kembali bergairah. Bagaimana caranya? berikut ini adalah sedikit tipsnya.

1. Ketika Anda baru bangun dari tidur, dengarkan lagu kesukaan Anda. Jangan ragu untuk ikut bernyanyi. Dengan begitu Anda sudah mengumpulkan energi positif dari dalam
diri sendiri.

2. Pakailah baju atau aksesoris kesukaan kita untuk membawa semangat sepanjang hari. Mungkin kita pribadi memiliki suatu baju atau aksesoris keberuntungan, ini bisa
dipakai sebagai simbol keberuntungan agar kita termotivasi menjalani setiap tantangan yang ada di depan mata.

3. Gunakan parfum yang bisa menyegarkan kita sepanjang hari. Anda bisa memilih aroma parfu, jeruk yang bisa menyemangati di saat Anda lesu. Jangan lupa sediakan
juga aroma lavender saat rapat karena bisa membuat klien berpikir positif dan agar kita tetap tenang.

4. Belilah bunga dan tempatkan di meja kerja kita, dengan begitu akan tercipta suasana yang menyenangkan dan jauhkan diri dari rasa jenuh. (KPTKI)

Kamis, 29 April 2010

me n my dad

gak pernah ngerasa cocok ...
sama sama keras kepala, gengsian, dan egois ...

smoga saya bisa berubah menjadi tidak seperti itu lg ...


eeeeeeeerrrrrrrrrgh >,< !!